Kisah wanita yang rela mecongkel kedua bola matanya
Oleh : Syamsulhadi
Siapa yang tidak pernah mendengar nama sufi wanita yang sangat masyhur dengan konsep pemikiranya tentang Mahabbah?, Ia adalah Rabiah Al-adawiyah. Di kenal sebagai seorang sufi wanita yang zuhud yaitu tidak tertarik dengan kehidupan duniawi sehingga selama hidupnya ia hanya mengabdikan diri kepada Allah. Nama lengkapnya ialah Rabi’ah binti ismail al-Adawiyah al-Basyariah, ia dikenal tidak hanya dengan kezuhudanya tetapi ia juga dikenal dengan kecantikanya.
Suatu hari ada seorang pemuda yang begitu terpesona dengan kecantikanya, betapa hatinya merasa gundah, merasa kacau, sejak pandangan pertamanya. Setiap malam tidak bisa tidur, karena ketika memejamkan mata selalu terbayang wajahnya, dan bergelora hatinya semakin menjadi-jadi bak badai asmara yang menerpa hatinya. Betapa tersiksanya dengan perasaan cinta pada wanita itu, ia benar-benar terpedaya dengan segala keindahan yang dimilikinya, bagi pemuda itu Rabiah tidak ada duanya di dunia.
Hingga kemudian ia memberanikan diri untuk mengutarakan perasaan cintanya kepada Rabi’ah, dengan melayangkan surat kepadanya, melalui seorang budak. Surat itu diletakkan di atas nampan perak dan ditutupi dengan kain sutera berwarna kuning.
“ Wahai engkau yang sudah membuat diriku dimabuk kepayang setelah memandang wajahmu, kiranya hasrat untuk menyampaikan perasaanku bisa mengurangi kegundahanku karena senantiasa mengingat dan membayangkan wajahmu. “
Kemudian Rabi’ah pun membalas surat dari sang pemuda itu, “ Wahai pemuda, kiranya apakah yang membuat dirimu amat tertarik melihatku..? “
Sambil melancarkan kata-kata manisnya pemudapun membalas, “ Aku begitu terpesona dengan keindahan matamu. “
Membaca surat dari pemuda itu, kemudian Rabi’ah mengambil pisau dan mencongkel kedua bola matanya, dan mengirimkan kedua bola matanya bersama surat balasan kepada sang pemuda, “ Wahai pemuda kalau kiranya kedua mata ini membuatmu terpikat, maka aku berikan kepadamu kedua bola mataku. Karena kau sendiri menjadi gelisah ternyata kedua mataku membuat fitnah bagimu. “
Pemuda itu kaget setelah membuka nampan ternyata berisi kedua bola mata sang wanita yaitu Rabi’ah. Ia merasa sangat malu, ternyata wanita yang dicintai ialah wanita salehah, wanita yang suci dan zuhud.
Setelah kejadian yang dialami, pemuda itu bertaubat, memohon ampun kepada allah karena dosa yang dibuatnya, ia terjebak oleh jeratan setan yang dibalut cinta. Kemudian pemuda itu menjelma menjadi orang yang soleh tidak seperti yang sebelumnya.
Kisah diatas menunjukan begitu komitmennya wanita itu dengan kesucianya. Untuk para wanita, kalau pun ingin meniru tingkah laku Rabi’ah Al-Adawiyah, ketika dirayu pria dan mengluarkan rayuan-rayuan mautnya, ketika ia mengucapkan kata, “ Matamu bagaikan rembulan yang memancarkan keindahan sinarnya. “ Maka jawablah, “ Wahai engkau kalau kiranya kedua mata ini membuatmu terpikat, maka datangilah kedua orang tuaku dan nyatakanlah keseriusanmu. “ Saya yakin kalau meniru apa yang dilakukan Rabi’ah Al-adawiyah tidak ada yang berani, maka jawablah demikian hehehe.

Komentar
Posting Komentar