Langsung ke konten utama

Memperingati Maulid Nabi KMNU Iain Ponorogo, Menghadirkan Gus Ahmad PhD

Memperingati Maulid Nabi KMNU Iain Ponorogo, Menghadirkan Gus Ahmad PhD





Sabtu-(16/11/2019) Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama’ (KMNU) IAIN Ponorogo melaksanakan acara Pengajian dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW yang dihadiri oleh Gus Ahmad Phd sebagai Mauidloh hasanah. Acara dimulai pada pukul 09:00 WIB yang bertempat di Base Camp KMNU IAIN Ponorogo.

Acara tersebut diawali dengan pembacaan Maulid Al-barzanji dan Maulid Ad-diba’i yang langsung dipimpin oleh Ahmad Nur Wahid selaku ko’ordinator departemen amaliyah dan dakwah KMNU Iain Ponorogo dan diiring oleh group rebana Kumayang jati yang merupakan group hadroh dari KMNU Iain Ponorogo itu sendiri.

Setelah sholawatan selesai dilanjutkan dengan acara inti yaitu Mauidloh hasanah, sebelum Mauidloh hasanah dimulai, Febri memberikan sambutan, ia selaku ketua panitia sekaligus mewakili ketua KMNU Iain Ponorogo Fahrizal Wahyu yang tidak biasa hadir diacara tersebut. Pada sambutanya ia menyampaikan pesan dari Fahrizal untuk seluruh anggota bahwa di KMNU tidak ada senioritas, dialam KMNU itu sama, sesama kader harus saling menyemangati dan jangan ada intervensi.
 “ Di KMNU tidak ada senioritas semua sama, sesama anggota harus saling menyemangati, jangan ada intervensi diantara kita. “ Ujar Febri saat membacakan pesan whatsaap dari Fahrizal.

Kemudian dilanjutkan mauidloh hasanah yang langsung disampaikan oleh Gus Ahmad Phd, ia berpesan bahwa sebagai umat Nabi Muhammad harus meniru ahlaqnya dan ia juga menambahkan bahwa sebagai anggota KMNU itu harus rendah hati jangan merasa lebih hebat sendiri. 
“ Sebagai anggota KMNU maupun pengurus, harus rendah hati jangan merasa paling hebat sendiri. “ Tuturnya.

Mumthazza Nur Aini Rahma Ramdhana selaku anggota baru dari Warok VII menanggapi pesan dari Fahrizal Wahyu, ia meamini pesan dari ketua KMNU bahwa di KMNU orangnya ramah dan tidak ada senior maupun junioritas, " Di KMNU orangnya ramah, tidak ada senior maupun junioritas, seperti yang dipesankan ketua KMNU tadi " Ujarnya saat diwawancari crew Jaringan dan Komunikasi (Jarkom) KMNU IAIN Ponorogo.



Reporter : Yoyok, Anam/Crew
Editor : Syamsulhadi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Langkahku

Catatan Langkahku Oleh : Sri rahayuningsih Dadaku luruh Ada banyak hal yang membuatku tersentuh Suara-suara gaduh tapi tak riuh Air mata terjatuh Kau berhasil membuatku berlabuh Adalah pembendaharaan istilah baru dalam kamus hidupku. Organisasi ekstra yang aku dengar pertama kali awal semester satu. Pernah salah seorang teman mengajakku bergabung. Tapi aku menolaknya. Aku yakini tidak ada di dunia ini yang benar-benar kebetulan. Segala sesuatunya pasti telah terskenario dengan baik. Begitupun alurku secara runtut akan aku jelaskan melalui naskah narasi ini. Kala itu aku sedang mengikuti diklat lanjutan suatu Unit kegiatan Kampus yang diadakan di salah satu objek wisata Kotaku yang jaraknya lumayan jauh dari kampus. Di hari terakhir diklat seperti umumnya, pagi hari di adakan senam pagi. Ada salah seorang anggota yang aku tidak begitu mengenalnya. Dia bertanya apakah boleh pulang dulu? aku menjawabnya dengan pertanyaan memangnya mau kemana? Dari percakapan inilah ...

Madrasah Al Banat “Memperempuankan perempuanya KMNU "

Madrasah Al Banat “Memperempuankan perempuanya KMNU " Oleh : Sri rahayuningsih Ada sebuah ungkapan mengatakan bahwa “Berangkat dari keluarga yang  baik akan melahirkan masyarakat yang baik dan dari masyarakat yang baik akan  menciptakan tatanan negara yang baik” Perempuan dalam islam memiliki kedudukan istimewa, merupakan jawaban bagi orang-orang jahiliyah yang mendudukan kaum Hawa sebagai kalangan rendahan yang patut diperbudak.  Al-quran menegaskan bahwa kedudukan laki-laki dan perempuan adalah sama, hanya keimanan dan ketakwaanlah yang membedakannya. Perempuan diciptakan dari tulang rusuk laki-laki sehingga dalam Alquran pun dijelaskan bahwa laki-laki adalah pemimpin bagi wanita. Sebab, wanita adalah bagian dari dirinya yang harus dibina dan dididik untuk menjadi bagian hidup yang saling berjalan beriringan di jalan-Nya. Islam ruang bagi perempuan untuk ikut andil dalam sebuah kepengurusan dan pengambilan keputusan. Suara perempuan dianggap s...